Pesona Keindahan Tenun di Dusun Sejatidesa

Tenun Sejatidesa

Secara turun-temurun, ibu-ibu di dusun Sejatidesa menenun untuk menyambung hidup. Dusun yang terletak di desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY ini memang terkenal dengan pengrajin tenunnya. Umumnya, ibu-ibu warga dusun belajar membuat tenun dari ibu mereka saat mereka masih kecil. Lantas, saat beranjak dewasa dan memiliki anak, mereka mengajari anak perempuan mereka untuk menenun.

Mayoritas warga di Moyudan memang umumnya bertani dan beternak. Masa panen dan harga komoditas yang tidak menentu pun membuat warga dusun perlu mencari penghasilan tambahan. Maka itu, tidak heran ibu-ibu di dusun Sumberarum menekuni tenun untuk membantu suami dan keluarga. Bahkan, kadang-kadang beberapa anak perempuan yang masih sekolah pun sudah mulai menenun setelah belajar dari ibu mereka, guna mendapat tambahan uang jajan.

Tenun yang dihasilkan oleh wanita penenun Sejatidesa berbentuk stagen panjang. Stagen tersebut ditenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Biasanya, stagen tersebut berwarna hitam pekat dan dijual ke tengkulak dengan harga yang sangat murah.

Sejak tahun 2012, komunitas pemberdayaan sosial bernama Dreamdelion mendatangi penenun Sejatidesa. Komunitas yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi UGM ini mengajak ibu-ibu penenun untuk berkreasi membuat tenun stagen berwarna-warni yang lebih cantik. Harapannya, tenun stagen berwarna-warni ini bisa memiliki nilai jual. Tidak hanya itu, tenun stagen yang telah berwarna-warni ini masih bisa dikreasikan menjadi berbagai macam produk fashion, seperti sepatu, tas, dompet, dan lain sebagainya.

Kemudian di tahun 2015, Dreamdelion mengundang saya untuk membantu pengembangan koperasi bagi penenun Sejatidesa. Yap, rencananya, para penenun belajar tentang koperasi dan bergerak mendirikan koperasi untuk mewadahi produksi tenun dan menjualnya ke masyarakat luas. Saya pun mengajak seorang kawan saya, Mas Anindityo Dwiprakoso, untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan bersama ibu-ibu penenun.

Pada bulan Januari 2017 lalu, saya bersama keluarga saya, ayah, ibu, dan adik, berkunjung ke Sejatidesa mengunjungi sekretariat Koperasi Pelangi Sejati. Yap, itulah nama koperasi penenun yang telah berdiri dari pendampingan saya dan Mas Anindityo.

Proses menenun. Tidak semudah kelihatannya lho. Jadi, hargailah tenun yang kamu punya ya! 🙂

 

 

Mbak Jimah. Sudah menenun sejak kelas 6 SD. Tenun yang ia jual dapat menambah uang jajannya di masa sekolah.

 

 

 

 

Di antara penenun yang lain, Mbak Jimah adalah penenun paling produktif dengan tenun paling bagus dan rapih.

 

 

 

Ibu saya dan Mbak Jimah

 

Tumpukan tenun stagen

 

Tenun yang berbentuk stagen dirasa cukup praktis karena memanjang. Sehingga bisa digulung.

 

Tenun stagen umumnya memiliki lebar 14-16 cm dan memanjang terus bisa sampai 30 meter. Maka itu, tenun stagen dijual per meter. Seperti yang nampak pada gambar, tenun stagen ini dibanderol dengan harga Rp. 15.000 per meter.

 

Eksklusif! Tenun stagen yang satu ini terbuat dari benang yang diwarnai dengan pewarna alami. Tidak seperti stagen lainnya yang memakai benang jahit biasa. Pewarna alami yang dipakai adalah ekstrak kayu mahoni dan ekstrak tanaman indigo.

 

Saya, ibu saya, dan beberapa pengurus koperasi Pelangi Sejati di depan sekretariat koperasi.
(Visited 116 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*